Kamis, 23 Februari 2012

wonder women

satu :
" Ga usah diminta juga pasti dah mama doain siang malem."
Selalu saja merasa kecil di hadapan ibuku, tanpa diminta ia sudah tahu apa yg terbaik buat anaknya. Ya Rahman, terima kasih banyak telah memberikan ibu yg luar biasa. Semakin hari semakin mencintainya, dan semakin merasa kecil karena tidak akan pernah sanggup membalas semua kebaikannya. Keinginanku kini ingin berada disampingmu, agar dapat berbakti padamu lebih dekat. Ingin sekali meringankan beban hidup yg sudah teramat lama berada di atas pundakmu..."Ya Allah sayangilah orang tuaku melebihi sayang mereka pada kami"
terima kasih mamaku tercinta. luv u much..much..

dua :
Lupa tahun berapa, yg jelas siang hari selepas sekolah di masjid at Taubah. Masih kelas 1 SMA dan belum berjilbab. Ikutan ta'lim karena daftar Rohis. Jadi malu kalo inget alasan daftar Rohis. Niat awal ga lurus yg penting dijalan dilurusin.hehe...Siang itu seingetku yg ngisi ta'lim namanya mb Farah. Wajahnya teduh, tapi aq tak ingat persis gesture wajahnya. Yg jelas orangnya baik&kalem, aq pun tak disindirnya karena belum pake jilbab (dan belum berniat memakainya). Terima kasih mb Farah:)

tiga :
masih dari masjid At Taubah samping SMA 2 semarang, sedu sedan 3-4 orang saat menerima taujih dari mb Uci. Alumni SMA 2 dan saat itu mahasiswa Unnes. Sangat cantik, kalem namun tegas. Subhanallah akhwat banget deh, pinter lagi. Walau hanya sebentar kebersamaan kita, di bumi manapun berada semoga saat ini Allah selalu memberi kebaikan untuk mb Uci. Terima kasih mb Uci:)

empat:
"Bukannya besok ujian ukh??"
"hehe...insya Allah dah siap mb, tenang aja."
yang diingetin malah cengar-cengir aja kemudian asik mendengarkan tasqif ttg 'istidzan' di masjid samping dpc pedurungan. ialah mb Rina saat itu guru SDIT Harapan Bunda. Orangnya baik&asik. Pede aja pake jilbab hizb saat ngisi, walau kami kecengin. hehe..Jadi sering nongkrong di dpc &harbun, bisa syuro, tasqif atau main ajah. Pokonya asik deh. Setelah menikah beliau di bawa ke rembang. sekarang mjd bunda dg 3 jundi & punya usaha di rumah. Subhanallah, jd pengen. Terima kasih mb Rina:)

lima:
"kalo mb ada salah bilang aja." masih dari beranda masjid At taubah
"Ehm, ga ada masalah si mb. mungkin cuman perlu adaptasi aja kali ya."
Betul, mungkin hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan mb baru. ya iyalah, walaupun mb Rina & mb Dwi soulmate-an tapi 'cara ngajar'nya beda. Alhasil membuat kami bolos ngaji utk beberapa waktu. hehe, bandel juga. Tapi lama-lama enjoy juga, ada perhatian di balik ketegasan beliau.
Momen terakhir setelah ujian kelulusan kelas, diajak ikut mukhoyam. Hadeuh mb dwi, anak sma dah diajak begituan dan yg diajak mau lagi. sama aja. Masih teringat saat perjalanan pulang dari mukhoyam masih diatas angkot, bercerita ttg aktivitas mb dwi dikampus. Syuro jam 6 pagi, harus ttp kuliah, dll. 'Yaelah gitu amat', saat itu pikirku. Namun ternyata setelah masuk kampus, ga jauh berbeda dg apa yg beliau ceritakan. Hehe, kena juga. Terakhir, "ini kasih ke mb2 dikampus atau dpc terdekat. oke." dan aku mengiyakan. Dan beberapa tahun kemudian baru tahu apa isi surat itu. Hadeuh, aku terjebak lagi.hehe..terima kasih mb dwi:)

enam:
"Allah sedang tersenyum padamu ukh..."
masih teringat saat air mata tumpah ruah di rumah kontrakan beliau, siang itu saat menceritakan meninggalnya bapakku. Hmm, mudah saja memasang tampang sok tegar di hadapan orang-orang, tapi entah mengapa selalu saja gagal jaim dihadapannya. Menjadi guru dan sahabat di kampus. Sampe kata orang2 bilang, mirip banget. ya iyalah gmn ga, orang tiap pekan selama 4 tahun di doktrin mulu. hehe...enak juga jadi anak bawang (myd), coz ada yg ngurusin. Belajar tentang keikhlasan dalam beramal , keistiqomahan & indahnya berjamaah. terima kasih mb A. Hidayati:)

tujuh:
"ada maslah dg person?"
"sepertinya nggak bu.."
"dengan sistem??"
"nggak juga bu.."
"kalo begitu, buat semacam proposal utk planing hidup anti ya."
"hah, pake begituan juga bu??"
"ya, justru itu yg penting. Bukan tanpa perencanaan dan ngalir gitu aja. Btw, kalo ttp disini dulu gmn??Banyak hal yg masih bisa anti lakukan & ambil utk bekal. diluar sana tidak lebih kondusif drpd di jogja."
yg di kasih wejangan msh ttp kekeuh ingin segera pergi.
Ketergesaan tanpa planing yg baik, hasilnya tidak terlalu baik pula. hmm, saatnya mjd 'gelas plastik', harus siap dibanting2, begitu kata seorang teman. Setahun terakhir di jogja banyak aktivitas yg beragam rasanya. Belajar ttg kematangan berpikir dan bersikap pada bu fika. Walau masih sering canggung, namun tsiqoh sepenuhnya pada beliau. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Terima kasih ibu dokter Fika:)

delapan:
sekarang sudah di cilacap. Alhamdulillah bisa segera beradaptasi. Lima bulan dg mba2&temen2 daerah yg ga kalah kerennya sm di jogja. Ya Allah, terima kasih selalu menjagaku. adalah bu mular, orang jogja yg kini tinggal di cilacap. Orangnya begitu egaliter dan itulah sulitnya,  untuk menangkap 'instruksi'nya. Lagi2 disinilah ujian mjd 'gelas plastik'. Harus bisa menentukan pilihan dan sikap. Terima kasih bu Mular:)

sembilan:
"thoyib."
jawaban sms beliau. Wah, repot juga nih kalo selalu diijinin (hehe..). Merasa jetlack dg kondisi skrg. Waktu luang tidak match dg aktivitas yg ada. Hiks, sedih banget. Belajar ttg kecermatan beliau utk mengatur a'dhonya yg semuanya pekerja. Taujih2 beliau yg sering membuat diri malu. Malu karena belum bisa berbuat banyak. Seperti bu fika. Terima kasih bu Voulin :)

Dan aku ingin sekali menjadi wonder women seperti mereka.Ya Rabb tsabit qolbi 'ala dinnik wa 'ala tho'athik.
Sayangi mereka, berikan kebaikan di dunia & di akhirat. Dan kumpulkan kami di JannahMu ya Rabb

Rabu, 13 Oktober 2010

"menanam padi"

saudaraku, sebuah taujih dari ustadz Rahmat yang memberikan nasehat pada kita semua. Dakwah ibarat menanam padi, kita pilih lahan-lahan yang baik, kita pilih bibit yang terbaik dan kita tanam dengan metode yang terbaik.

saudaraku, ternyata tidak cukup berhenti sampai disitu. Kita tidak dengan menanam benihnya, setelah itu kita tinggalkan ia. Tidak diberi pupuk, tidak disirami dan tidak dijaga. Lalu apa yang bisa kita harapkan dari bibit yang kita tanam saat musim panen tiba. Maka tidak perlu heran jika kita akan menemukan kekecewaan pada lahan kita.

saudaraku, sesungguhnya hidayah dan keimanan harus senantiasa kita jaga. Karena ia akan akan senantiasa bertarung dengan realitas. Oleh karena itu, harus kita sirami dengan amallan2 yaumi, kita pupuk dg ukhuwah karena iman, kita jaga dari virus2 apapun namanya, entah itu prasangka, ketidak tsiqohan, kemalasan,kejumudan dan virus2 lainnya.Maka, dengan rahmat Allahlah kita berada bersama kafilah dakwah ini, hingga nanti saat kaki kita berpijak di JannahNya.

Amin...

Senin, 10 Agustus 2009

Apa kabar Hari in??

Empat tahun sudah, melalang buana di yogyakarta. Kota yang dulu atau bahkan sampai sekarang memiliki magnet bagiku. Paling tidak dulu sewaktu SMA, satu hal dulu saat nimbrung di KRPH Mardiyah, peserta kajian sampai mbludak ke teras masjid. Sungguh luar biasa, satu hal yang saat itu sulit ditemukan di Masjid2 Semarang.
Yah, sudah empat tahun berlalu. Apa kabar wahai diri hari ini??Masih ingatkah motivasi awal miu kejogja??hah...
Bumi masih berputar kawan, kesempatan memperbaiki masih ada. Yah, paling ga setaun mendatang. Tentunya masih dalam kerangka individu, kalopun harus masuk dalam kerangka kolektif??Yah, mau g mau atau harus mau??hehe..
Pilihannya jelas, terlalu subyektif kalau selalu memakai kerangka pribadi. Terlalu banyak bumbu2nya, kata seorang kawan. Bumbu hawa nafsu, bumbu ego pribadi, yah bumbu duniawi saja..
Ya sudah, ku serahkan sepenuhnya padaMu Ya ALLAH..apapun yang Engkau berikan. Walau harus memaksakan diri. Yah, jannahMU memang g murah

Kamis, 07 Mei 2009

Manusia-Manusia Hebat Itu...

Benarlah sebuah ungkapan, para Rosul, Nabi dan orang-orang penerusnya, mereka adalah orang-orang yang paling berat ujiannya. Masya Allah...dulu aku berpikir, para Rosul itu kan maksum, secara mereka bisa menjadi orang yang hebat. Setelah itu aku kembali merenung...para syaikh, ustadz/ah kok mereka bisa sehebat itu kesholehannya??gimana ya sampai ke maqom ustadz/ah itu...
Setelah kembali merenung, berdiskusi dll, mereka menjadi hebat bukan tanpa ujian. Rosul manapun, mereka merasakan ujian yg begitu beratnya..
Mungkin saat itu aku tidak berpikir, saat aku terlahir dengan seorang ayah produsen thoghut seperti Nabi Ibrahim, atau hidup dalam kebejatan moral seperti zaman Nabi Nuh.Naudzubillah min dhalik...Atau bahkan terlahir ayah yang sudah meninggal kemudian hanya sebentar merasakan kasih sayang ibunda,seperti Baginda Muhammad saw. Maha Besar Allah, Maha Kasih Sayang Allah yang telah memanggil ayah ku terlebih dahulu saat aku sudah merasa cukup kasih sayangnya, apalagi masih didampingi seorang ibu dan dua orang kakak yang ga kurang2nya memberi kecintaan padaku.
Robbi, mataku nanar melihat saudara2 seperjuangan ku..banyak dari mereka yang bukan latar belakang masa lalu dan keluarga yg mapan. Ada yg ortunya msh lengkap tp diuji dg keharmonisan keluarga sampai ambang perceraian, byk diantara mereka yg harus banting tulang memeras keringat&pikiran karena tidak ada budget dari keluarga. Terakhir dapat kabar, ada lagi seorang al akh yang harus 'cuti' beberapa waktu karena harus menghidupi keluarganya yg sedang sakit..La khaula walaa Quwwata ila Billlah..
Manusia-manusia hebat inilah pahlawan sesungguhnya..mereka yang memiliki visi akhirat, bercita-cita memakmurkan bumi Allah dg Islam sbg Ustadziyatul 'Alam sedangkan mereka harus bergelut dengan realitas kehidupan yg begitu keras..
Mereka adalah para pencari syahid dan perindu surga, yang sangat yakin akan pertolongan dan janji Allah..
Bukan..bukan pada mereka hatiku risau, karena mereka sedang menjemput takdir kepahlawanannya. Namun yg aku risaukan adalah bagaimana aku&jamaah ini bisa berta'awun pada mereka. Yah, berta'awun dengan keletihan-keletihan mereka, menjadi teman bersandar untuk meluruskan sendi-sendi mereka...
Allah mencintai kalian wahai saudaraku..

Minggu, 26 April 2009

Bismillah...
Belajar dari kehidupan, belajar dari lingkungann di sekitar qt
bahkan dari belahan bumi manapun...
Cilacap, semarang, jogja, indonesia, palestin...